Selasa, Mei 16, 2006

on

Sialan luh ! mBok kalo tanya itu yang jelas ! Soale, ada banyak sih daftar keajaiban dunia itu -- satu yang kuno, terus yang modern, dan satu lagi yang 100% alami. Ok lah, kita ungkap satu per satu ajah ! Biar lu puas !

Taman gantung Babylon di waktu malem....


Daftar 7 keajaiban dunia kuno dimaksudkan untuk persembahan kepada kemampuan peradaban manusia untuk merekayasa bentang alam, seperti gu abilang, tidak semua keajaiban itu berada dalam jaman yang sama. "Bahkan seumpama sampeyan hidup di jaman kuno itu, tetep saja sampeyan butuh mesin waktu untuk melihat ketujuh-tujuhnya." Hare geneeh, cumak pyramid di Mesir ajah yang masih ada. Yang bikin bete adalah, taman gantung Babilon, Kuil Artemis, Patung Raksasa Zeus, Mercusuar Alexandria, Mausoleum Halincarnassus, sama Colossus dari Rhodes semuanya udah musnah !

Kuil Artemis di senjakala....



Piramid di Mesir....



Colloseuss di Rhodes....


Kuburan si Raja Turki....


Patung Zeus....



Mercusuar Pharos Di Alexandria....


Kalo yang kuno udah musnah, yang modern nih banyak kali! Perkumpulan Insinyur Teknik Sipil Amerika berhasil menghimpun keajaiban dunia yang mewakili "pencapaian teknik sipil terbesar di abad ke-20." Termasuk dalam daftar itu adalah: Terowongan Channel , Menara CN di Toronto, Empire State Building, Jembatan Golden Gate , Terusan Panama , Dam Itaipu , dan Proyek Perlindungan gelombang Laut Utara di Belanda.

Akhirnya, sekarang giliran keajaiban alam . Tujuh keajaiban alam itu adalah: Grand Canyon, Northern Lights, Gunung Everest, Great Barrier Reef, Air terjun, gunung Paricutin , dan teluk Rio de Janero. Kalo yang ini sih, kita yakin gak akan musnah ato lari kemana-mana.

7 comments:

  1. pemerhati budaya7:29 PM

    Semoga artikel ini dibaca banyak orang. Soalnya sudah menyebar pendapat yg salah kaprah sejak bertahun-tahun yg lalu di kalangan orang Indonesia. Mereka mengira candi borobudur termasuk 7 keajaiban dunia. Malah saya pernah dengar sebuah kasus, ada seorang pemandu wisata ketika memandu turis2 mancanegara ke candi borobudur, dia dengan yakinnya bicara bahwa ini adalah salah satu dari 7 keajaiban dunia. Sungguh memalukan!!!

    BalasHapus
  2. wah, nggak papa to mas...emang ada ruginya ? Yang bikin definisi itu kan sarjana-sarjana barat !! Nggak ada peraturan yang melarang bahwa candi borobudur itu termasuk tujuh keajaiban dunia, kalopun belum masuk juga delapan keajaiban juga gak paap lah....sekali-kali tidak inlander kenapa ?

    BalasHapus
  3. joprax11:36 AM

    Betul Mas. Seharusnya kita bisa membuat definisi sendiri terhadap penamaan dan klasifikasi seperti itu.
    Seorang pakar malah pernah bilang, bahwa Atlantis yang hilang itu ternyata Indonesia. Jadi seharusnya kita tidak perlu menunggu penilaian orang lain terhadap kita, tapi kita bisa memberi penilaian sendiri.

    Seorang filosof Timur malah pernah bilang, bahwa hadiah Nobel untuk orang Timur apalagi Islam, sudah dijatah. Artinya tidak bisa pertahun, paling harus berapa tahun sekali baru dapat. Karena itu pengaruhnya ke prestige dan kebanggaan. Tahun 2006 misalnya, Pak Bambang seharusnya dapat Nobel, tapi diadu dengan M. Yunus. Seharusnya Pak Bambang 2006, dan M. Yunus 2007. Jadi dua-duanya dapat.
    Sementara terhadap Itzhak Rabin, yang penjajah, mereka berikan Nobel itu.
    Jadi sebenarnya kita juga sedang perang image dan persepsi diri. Amerika yang telah membunuh puluhan juta jiwa orang Indian serta merampas tanah mereka, maupun Australia yang aslinya para penjahat dan telah membunuh jutaan orang Aborigin dan meng-holocoust mereka, sekarang ini mereka bisa tampil pede dan jumawa, karena mereka bisa membangun image dan merangkai persepsi diri mereka.
    Dan itu pengaruhnya kepada prestasi mereka, yang dihasilkan dari PD.
    Maka marilah kita perkuat image kita, dan jangan biarkan kecenderungan diri kita untuk merendahkan dan menertawakan diri sendiri. Karena yang rugi kita sendiri dan akan berpengaruh buruk terhadap kreatifitas dan produktifitas kita.

    BalasHapus
  4. Huauahahah...gw seneng nih sama pemikiran kalian, bener-bener marginal ! Jangan terima apa yang sudah diberi sama orang tua kita, telaah dulu ! Baru terima !

    BalasHapus
  5. Anonim4:57 PM

    tul..tul...lagipula bangsa Barat tidak pernah mengerti akan keindahan sejarah dan budaya dari Indonesia..yang mereka pikirkan adalah bagaimana merubah segalanya menjadi lebih modern..manusia tidak akan pernah puas..tidak ada yang beda dari kita dengan mereka bangsa Barat...tetapi mereka menghargai apa yang menjadi milik mereka di negerinya...sedangkan kita?? buat apa kita membahas peninggalan2 masa lalu kita padahal kita tidak menghargai hal tersebut...yg ada skrg hanyalah untuk kita sesali...padahal semua itu indah apa adanya.

    BalasHapus
  6. ana minta gambarnya yah

    BalasHapus
  7. silahkan bung randy, jangan lupa sebutin link kita...

    BalasHapus

Trimakasih udah bertanya....